Komisi Infokom MUI Riau Periode 2025-2030 Gelar Rapat Konsolidasi dan Rancang Program Kerja
Komisi Infokom MUI Riau periode 2025–2030 menggelar rapat konsolidasi sekaligus perkenalan pengurus melalui pertemuan daring, Senin (20/4/2026).
PEKANBARU – Komisi Infokom (Informasi dan Komunikasi) MUI Riau periode 2025–2030 menggelar rapat konsolidasi sekaligus perkenalan pengurus melalui pertemuan daring, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah program kerja komisi Infokom MUI Riau yang lebih terstruktur dan adaptif di era digital.
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi Infokom, Prof. Fitra Lestari, dan diikuti seluruh jajaran pengurus. Sejak awal, suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan strategis, terutama terkait penguatan fungsi informasi dan komunikasi dalam mendukung dakwah yang terarah.
Sekretaris Koordinator Bidang Komisi Infokom, Dr. Nurdin Abdul Halim MA, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program yang telah terbukti efektif. Ia menyebut, dakwah ke depan harus berbasis data agar lebih terukur.
“Program yang sudah berjalan dan masih relevan seperti peta dakwah harus terus kita jalankan. Infokom harus menjadi sumber data. Dakwah tidak bisa dilakukan secara sporadis, tetapi harus terencana dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Fitra Lestari mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengembangkan peta dakwah dalam bentuk aplikasi digital. Inovasi ini diharapkan mampu membantu para dai memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih akurat.
“Peta dakwah ini bukan hanya menampilkan profil pendakwah, tetapi juga mampu mendeteksi persoalan masyarakat di sekitar wilayah dakwah. Ini menjadi acuan penting bagi dai agar materi yang disampaikan tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, pengurus juga menyoroti pentingnya penguatan data dari MUI kabupaten/kota sebagai dasar perumusan program kerja. Data tersebut dinilai krusial untuk membaca dinamika keagamaan di tingkat daerah.
H. Abdul Wahid, S.Ag., M.I.Kom menambahkan, Komisi Infokom telah membentuk tim khusus untuk memantau isu-isu keagamaan yang berkembang di masyarakat.
“Kami memiliki tim pemantauan isu-isu agama. Setiap perkembangan akan diarahkan sesuai komisi yang berkompeten agar penanganannya lebih efektif,” katanya.
Selain membahas program kerja, rapat ini juga menjadi ajang perkenalan antar pengurus baru, guna memperkuat koordinasi dan sinergi internal.
Dengan konsolidasi ini, Komisi Infokom MUI Riau optimistis mampu menghadirkan program yang lebih responsif, terukur, dan menjawab kebutuhan umat di berbagai daerah.
Editor :Yefrizal