LPLH dan SDM MUI Riau Gelar Rapat Perdana Susun Program Strategis Lingkungan
Ketua Koordinator LPLH dan SDM, Jupendri, didampingi Sekretaris Koordinator Santoso, Ketua LPLH Marabona, serta Wakil Ketua Jhoni Setiawan Mundung. dan anggota foto bersama.
PEKANBARU – Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau menggelar rapat koordinasi perdana pasca terbitnya SK kepengurusan di Kantor MUI Riau, Kamis (23/4/2026), untuk merumuskan program kerja strategis di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan.
Rapat dipimpin Ketua Koordinator LPLH dan SDM, Jupendri, didampingi Sekretaris Koordinator Santoso, Ketua LPLH Marabona, serta Wakil Ketua Jhoni Setiawan Mundung. Sejumlah anggota turut aktif menyampaikan gagasan.
Sejak awal, forum menegaskan bahwa persoalan lingkungan di Riau tidak bisa ditunda. Kerusakan hutan, kebakaran lahan gambut, hingga persoalan sampah menjadi isu utama yang harus ditangani secara sistematis.
“Keberadaan lembaga ini bertujuan meningkatkan kesadaran umat Muslim tentang pentingnya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai ajaran Islam,” ujar Jupendri.
Ia menegaskan, rapat ini menjadi langkah awal untuk merumuskan program yang akan dibawa ke rapat kerja MUI Riau. Pendekatan dakwah berbasis masjid, pesantren, dan madrasah akan menjadi strategi utama dalam membangun kesadaran lingkungan.
Santoso menambahkan, isu lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral manusia.
“Dan kita diciptakan Allah juga untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Ini bagian dari ketakwaan kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan data kuantitatif dalam penyusunan program, termasuk strategi pendanaan melalui sponsorship karena keterbatasan anggaran lembaga.
Dalam sesi pembahasan program, Marabona memaparkan sejumlah rencana konkret. Di antaranya penerbitan buku Fiqh Lingkungan, gerakan penanaman pohon berbasis rumah ibadah, hingga edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Tak hanya itu, lembaga ini juga mendorong riset teknologi *waste-to-energy* untuk mengolah sampah menjadi energi, serta penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat.
Sementara itu, Jhoni Setiawan Mundung menyoroti pentingnya penanganan lahan gambut dan perubahan iklim di Riau.
“Riau sangat terdampak kebakaran hutan dan lahan. Maka pembentukan dinas khusus pengelolaan gambut menjadi penting,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan program Eco-Rumah Ibadah, STBM Award 2026, serta penguatan pengawasan pencemaran laut yang selama ini dinilai luput dari perhatian.
Seluruh usulan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja MUI Riau untuk ditetapkan menjadi program prioritas. Dengan pendekatan berbasis syariah dan kolaborasi lintas sektor, LPLH MUI Riau menargetkan peran lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan sumber daya alam di tengah ancaman krisis ekologis yang kian nyata.
Editor :Yefrizal