Dr Hartono Dorong Jihad Entrepreneurship pada PKU Berbasis Desa MUI Riau
Dr. Hartono, M.Pd memberikan materi kewirausahaan pada PKU Berbasis Desa Tahun 2025 yang digelar MUI Riau bersama Baznas Riau di Pekanbaru.
PEKANBARU — Materi kewirausahaan dengan penekanan pada jihad ekonomi disampaikan Dr. Hartono, M.Pd dalam Pendidikan Kader Ulama (PKU) Berbasis Desa Tahun 2025 yang digelar MUI Riau bersama Baznas Riau di Pekanbaru, Sabtu (14/11/2025).
Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Riau mengikuti sesi tersebut sebagai bagian dari program mencetak ulama pewaris Nabi yang berintegritas.
Sejak awal penyampaian, Dr. Hartono langsung menggugah peserta dengan paparan ketimpangan ekonomi yang dinilainya semakin memperlebar jarak kesejahteraan umat.
Mengutip data Bank Dunia, ia menyebut 10% penduduk Indonesia menguasai 77% kekayaan nasional, sementara 90% sisanya hanya berebut 23% kekayaan yang tersisa.
“Ini fakta keras yang menunjukkan umat tidak berada di titik strategis. Terlalu banyak yang merasa cukup menjadi pegawai, bukan pencipta lapangan kerja,” tegasnya di hadapan para peserta.
Dosen Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu menekankan bahwa konsep entrepreneurship dalam Islam bukan sebatas aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ibadah.
Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah figur pedagang yang sukses dan jujur sebelum diangkat menjadi rasul.
“Berdagang itu ibadah. Nabi itu pedagang. Umatnya justru banyak takut memulai usaha,” ujar Dr Hartono yang juga dikenal sebagai pengusaha Muslim dan memiliki berbagai usaha. .
Tidak hanya persoalan mentalitas, Hartono menyebut sejumlah hambatan struktural yang membuat umat sulit bersaing, mulai dari lemahnya literasi manajemen hingga minimnya akses pembiayaan.
Menurutnya, lembaga keuangan syariah harus menjadi tulang punggung pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar simbol.
“Pembiayaan syariah harus menjadi motor penggerak UMKM, bukan sekadar label syariah semata,” tuturnya menegaskan.
Dalam konteks era digital, Hartono juga mengajak peserta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurut pengusaha sukses dan dosen pasca sarjana UIN Suska Riau, peluang ekonomi digital sangat besar, tetapi pengusaha Muslim masih tertinggal dalam pemanfaatannya.
Ia menilai peralihan menuju digitalpreneur Islami merupakan kebutuhan mendesak agar umat tidak kembali tercecer.
Menutup materinya, Hartono menyerukan pentingnya kolaborasi ekonomi antarsesama Muslim.
“Umat harus saling menopang. Jaringan bisnis sesama Muslim itu wajib dibangun jika ingin bangkit,” ucapnya.
PKU Berbasis Desa MUI Riau selama 4 hari ini, menghadirkan materi fiqh, kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi.
Program ini ditargetkan melahirkan kader ulama desa yang tidak hanya mampu membimbing umat secara spiritual, tetapi juga menggerakkan kemandirian ekonomi di wilayah masing-masing.
Editor :Yefrizal