MUI Riau Cetak 100 Ulama Desa Berintegritas, Ketum Prof Ilyas Husti Targetkan Juara 1 Nasional 2026
MUI Provinsi Riau sukses melaksanakan gelaran PKU Berbasis Desa Tahun 2025 pada hari ini, Minggu, 16 November 2025, di hotel Evo, kota Pekanbaru.
PEKANBARU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau baru saja menuntaskan gelaran Pendidikan Kader Ulama (PKU) Berbasis Desa Tahun 2025 pada hari ini, Minggu pagi, (16/11/2025), di hotel Evo, kota Pekanbaru.
Acara penutupan ini menandai keberhasilan MUI Riau melahirkan 100 ulama pewaris nabi yang berintegritas dari berbagai kabupaten/kota di Riau, hasil kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau.
PKU ini bertujuan menciptakan ulama sebagai publik figur yang aktif dan menjadi teladan di tengah masyarakat desa dan berlangsung selama empat hari dari hari Kamis hingga Minggu (13-16/11/2025).
Dalam sambutannya sekaligus menutup acara Pendidikan Kader Ulama Berbasis Desa tahun 2025, Ketua Umum MUI Riau, Prof. Dr. KH. Ilyas Husti MA, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan pelatihan ini, yang disebutnya berhasil mencapai sukses pelaksanaan dan sukses hasil.
Guru Besar UIN Suska ini memaparkan capaian membanggakan MUI Riau. "2024, kita sudah melonjak menjadi nomor 3 se-Indonesia!" tegasnya.
Tokoh ulama Riau sekaligus Akademisi ini pun menargetkan lonjakan yang lebih jauh.
"Tidak mustahil, 2026 MUI Provinsi Riau akan meraih juara 1 nasional!, karena kita sudah lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dari WQA inggris" serunya disambut takbir.
Prof. Ilyas Husti juga menyampaikan sebuah pesan mengejutkan kepada para peserta PKU agar menghidupkan kelompok-kelompok tahfiz di desa masing-masing sebagai sarana pengabdian.
"Buat kelompok tahfiz di masjid. Minimal dari sekitar rumah kita," pintanya.
Direktur Pascasarjana UIN Suska dua periode menjanjikan bahwa jika kelompok-kelompok tahfiz ini didirikan, tim MUI Riau akan datang berkunjung untuk memberikan support dan bantuan dana.
Menanggapi tantangan era Society 5.0, Prof. Ilyas Husti menekankan peran ulama sebagai penggerak.
"Ancaman kita ada pada teknologi dan informasi. Handphone ini manajernya kita, bukan handphone yang mengendalikan kita. Gunakan pada yang positif!" tuturnya, mengingatkan bahwa ulama adalah contoh dan panutan.
Sebelumnya, Ketua Panitia PKU, Dr. Zailani, melaporkan bahwa pelaksanaan PKU selama 4 hari berjalan dengan baik.
Dosen Pascasarjan UIN Suska menyoroti tingginya antusiasme peserta meski jadwal padat tanpa jeda istirahat, namun mengakui adanya keterbatasan waktu bagi narasumber.
"Hampir semua narasumber merasa kekurangan waktu. Bahkan sudah ada yang bertanya, belum dijawab sudah habis waktu," ujar Dr. Zailani, menyadari bahwa waktu yang disediakan hanya satu jam per sesi terasa sangat singkat.
"Pada umumnya peserta sudah hafal, cuma masih ada yang terbata-bata, sudah hafal semua surat untuk salat tarawih 20 rakaat, dari Al-Haqqumu Takasur sampai An-Nas," ungkap Zailani.
Di sisi peserta, salah seorang perwakilan, Ustaz dari Dumai, menyampaikan rasa syukur atas pengalaman berharga yang didapat.
"Selama mengikuti rangkaian pembelajaran, saya merasakan suasana ukhuwah yang begitu kuat," katanya.
Ia juga memuji bimbingan yang penuh kesabaran dari para narasumber dan berharap ilmu yang didapat akan segera diaplikasikan di kampung halaman.
"Tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin, itulah orang-orang yang beruntung," pungkasnya, mengutip hadis sebagai penutup.
Pelatihan ini merupakan komitmen MUI Riau untuk memperkuat peran ulama di tingkat akar rumput, memastikan ajaran Islam tersampaikan secara benar dan menjadi solusi atas tantangan masyarakat kontemporer.
Acara Penutupan ini dihadiri pengurus DPH, Anggota DPRD kota Pekanbaru Zainal Arifin, mahsiswa, ketua komisi dan lembaga MUI Riau, serta para pengajar dari berbagai profesi.
Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian MUI Riau yang baru saja mendapatkan pengakuan internasional, di mana pada bulan November 2025 akan menerima sertifikat penghargaan dari Badan Sertifikasi Internasional atas penerapan sistem mutu berbasis ISO.
Kegiatan PKU bersama Baznas Riau didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Riau dan para ulama di Riau.
Editor :Yefrizal