Pelatihan UMK PINBAS–UIR Dorong Peningkatan Kapasitas Usaha di Riau
PEKANBARU — Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan PINBAS MUI Riau berkumpul di Auditorium MUI Provinsi Riau untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas usaha yang digelar bersama tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Riau (UIR). Kegiatan ini menyoroti dua kebutuhan mendesak UMK: penguatan kemampuan keuangan dan strategi penjualan yang adaptif di tengah ketatnya persaingan pasar (5/12).
Acara dibuka oleh Ketua MUI Provinsi Riau yang diwakili Ketua Harian, Drs. Afrizal DS. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“MUI menyambut positif inisiatif PINBAS menggandeng UIR menjalankan program pembinaan ini. Kolaborasi seperti ini diperlukan agar pelayanan kepada umat dapat semakin nyata,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sejumlah pencapaian MUI Provinsi Riau, mulai dari Juara 3 MUI se-Indonesia penerima piagam ISO hingga Juara 1 LPPOM, sebagai bukti komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Kami ingin MUI terus hadir sebagai pelayanan umat, mitra pemerintah, dan pemberi fatwa yang relevan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Setelah pembukaan, Ketua PINBAS MUI Riau Idris, SKM, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas UMK tidak boleh berhenti pada teori semata.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat UMKM semakin mampu mengelola usahanya dengan baik dan meningkatkan pendapatan,” katanya.
Materi pertama dibawakan oleh Dina Hidayat, S.E., M.Si., yang menguraikan persoalan keuangan yang sering menghantui UMK, mulai dari pencampuran kas pribadi dan usaha hingga tidak adanya laporan keuangan yang sistematis. Ia menekankan pentingnya pencatatan kas harian dan pemanfaatan aplikasi pembukuan digital yang mudah digunakan.
“Pelaku UMK tidak bisa lagi berbisnis tanpa data. Pembukuan adalah kompas agar usaha tidak berjalan tanpa arah,” jelasnya.

Pemateri kedua, Dr. Hj. Ellyan Sastraningsih, S.E., M.Si., mengajak peserta melihat peluang pasar dari sudut yang lebih luas. Ia memaparkan strategi diversifikasi produk, penguatan pemasaran digital, dan teknik penjualan berbasis komunitas. “Menunggu pelanggan datang bukan langkah taktis. UMK harus berani mendatangi pasar dengan cara-cara baru,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai kendala lapangan seperti penentuan harga pokok produksi, kurangnya kanal promosi, hingga tantangan menjaga arus kas. Pemateri memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan langsung setelah pelatihan.
Kegiatan ditutup dengan seruan memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara PINBAS MUI Riau dan UIR. Program pendampingan lanjutan direncanakan agar UMK binaan dapat tumbuh lebih kompetitif serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen.
Editor :Farros