Hadiri Rakor BWI 2025, MUI Riau Dorong Akselerasi Wakaf Tunai
Ketua Umum MUI Riau, Prof. Ilyas Husti MA, bersama Ketua BWI Riau, H. Abdul Rasyid Suharto Pua Upa, M.Ed.,dan sejumlah pengurus BWI Ria berfoto bersama pada rakor Perwakilan BWI Riau Riau tahun 2025, Kamis (27/11/2025).
PEKANBARU - Ketua Umum MUI Riau, Prof. Ilyas Husti MA, menghadiri Rapat Koordinasi Perwakilan BWI Provinsi Riau dan Perwakilan BWI Kab./ Kota Se-Provinsi Riau tahun 2025, Kamis (27/11/2025).
Rakor kali ini mengambil tema Akselerasi dan Optimalisasi Gerakan Wakaf Tunai dan Produktif. Mewujudkan Riau Sejahtera, selama dua hari Kamis–Jumat, 27–28 November 2025.

Suasana rapat koordinasi tampak dinamis sejak pagi ketika perwakilan BWI Provinsi Riau dan unsur BWI kabupaten/kota mulai berdatangan. Agenda dua hari ini membahas langkah percepatan gerakan wakaf tunai dan upaya menjadikan wakaf produktif sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum MUI Riau, Prof. Ilyas Husti, hadir dan menegaskan pentingnya terobosan konkret. Ia menilai gerakan wakaf tunai harus menjadi gerakan publik yang masif, terukur, dan memiliki impact langsung terhadap peningkatan ekonomi umat.
“Wakaf tunai ini bukan sekadar ibadah sosial, tetapi instrumen ekonomi yang sangat kuat. Jika dikelola profesional, ia mampu menjadi lokomotif kesejahteraan masyarakat Riau,” ujar Prof. Ilyas Husti dalam sesi dialog bersama peserta.
Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk Riau yang mencapai jutaan orang, potensi wakaf tunai bisa menyentuh angka signifikan bila digerakkan dengan strategi yang tepat.
Menurutnya, BWI Riau perlu memperkuat tata kelola, memperluas literasi masyarakat, dan menghadirkan contoh nyata program wakaf produktif yang bisa dilihat hasilnya.
“MUI Riau memberi dukungan penuh kepada BWI. Kami ingin program wakaf benar-benar dirasakan manfaatnya. Jangan hanya berhenti di konsep, tetapi hadir dalam bentuk produk ekonomi umat,” tegasnya.
Rapat koordinasi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas institusi, termasuk dengan kampus, lembaga pendidikan Islam, perbankan syariah, serta pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem wakaf. Peserta dari berbagai kabupaten/kota tampak aktif menyampaikan capaian dan kendala di daerah masing-masing.
BWI Riau menargetkan peningkatan jumlah wakif baru, perluasan program wakaf produktif pada sektor pertanian, UMKM, dan pendidikan, serta peningkatan sertifikasi nazhir pada 2025. Sejumlah inovasi digital juga dibahas, termasuk sistem pembayaran wakaf berbasis aplikasi.
“Kami berharap rakor ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga membawa energi baru bagi gerakan wakaf tunai dan produktif. Riau harus memimpin dan menjadi model nasional.”
Gerakan wakaf produktif kini menjadi salah satu fokus penguatan ekonomi syariah di daerah. Rapat koordinasi BWI Riau 2025 diharapkan menjadi titik akselerasi menuju “Riau Sejahtera” melalui pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Rakor BWI se Riau ini dipimpin langsung oleh Ketua BWI Riau, H. Abdul Rasyid Suharto Pua Upa, M.Ed.,dan dihadiri sejumlah pengurus BWI Riau.
Abdul Rasyid menyampaikan capaian dan program BWI Riau dalam meningkatkan tata kelola wakaf. Ia menegaskan bahwa peran tokoh masyarakat sangat penting untuk memperluas literasi wakaf di tengah umat.
“Wakaf bukan hanya sekadar ibadah sosial, tetapi juga instrumen ekonomi umat yang jika dikelola secara profesional dapat menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Editor :Yefrizal