Sukses Bantu Konversi Bank Riaukepri Syariah, MUI Pusat Tantang MUI Riau Bangun RS Bersalin Syariah

Delegasi MUI pusat yang hadir diantaranya, Dr. KH. Asrorun Ni'am. Lc. MA selaku Ketua MUI Pusat , Drs. H. Fasni Rusli Wasekjen MUI Pusat dan Dr. KH. Akhmad Baidun. M. Si hadir di kantor MUI Riau
MUInews | Pekanbaru - Dalam lawatan ke bumi lancang Kuning, dan disela-sela monitoring dan evaluasi (monev) ke MUI Provinsi Riau, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, menantang MUI Riau untuk mendirikan Rumah Sakit (RS) Bersalin Syariah.
Delegasi MUI pusat yang hadir diantaranya, Dr. KH. Asrorun Ni'am. Lc. MA selaku Ketua MUI Pusat membidangi komsi Fatwa, Drs. H. Fasni Rusli Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) MUI Pusat dan Dr. KH. Akhmad Baidun. M. Si Sekretaris LPB MUI Pusat.
Dr. KH. Asrorun Ni'am. Lc. MA dan Drs. H. Fasni Rusli mengapresiasi kinerja MUI Riau dalam mengkoordinir pengurus sehingga tampak banyak pengus MUI Riau yang hadir pada saat seminar keumatan dan Monev MUI pusat ke kantor MUI Riau.
Selain kekompakan pengurus, MUI Pusat juga memuji MUI Riau yang telah membantu pemerintah provinsi Riau dalam proses konversi Bank Riau Kepri konvensional ke Bank Riau Kepri Syariah.
"Kami apresiasi kinerja MUI Riau dalam mengkoordinir pengurus MUI Riau dan membantu Pemprov Riau dalam mengkonversikan Bank Riau Kepri Syariah. Satu lagi, kami tantang MUI Riau membangun RS Bersalin Syariahdi provinsi Riau," ucap Drs. H. Fasni Rusli Wasekjen.
Konsep Rumah Sakit Syariah ini merupakan bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat dengan pelayanan secara syariah.
Diantara perlakuan RS Syariah antara lain; Membaca Bismillah sebelum melakukan tindakan medis rumah Sdakit yang syariah harus mengutamakan prosedur ini. Setiap tenaga medis yang akan menangani pasien harus mengucapkan Bismillah. Misalnya sebelum menyuntik, memeriksa, atau tindakan medis lainnya. Pasien juga harus membaca Bismillah sebelum menerima tindakan, misal sebelum disuntik, atau sebelum minum obat.
Memastikan tindakan dilakukan oleh sesama jenis kelamin. Ada prosedur medis yang harus dilakukan oleh tenaga medis yang sama jenis kelaminnya dengan pasien. Misalnya Elektrokardiogram (ECG) di wilayah dada harus dilakukan oleh tenaga medis yang sama jenis kelaminnya. Jangan sampai pasien perempuan dipasang ECG oleh tenaga medis laki-laki.
ketua umum (Ketum) MUI Riau, Prof. Dr. KH. Ilyas Husti, MA kepada awak media, Selasa (18/10) mengatakan MUI Riau siap melaksanakan arahan dari MUI Pusat termasuk mendirikan RS Bersalin Syariah.
" Pengrus MUI Riau akan memusyawarahkan bersama pengurus, bagaimana selanjutnya agar RS Bersalin Syariah bisa berdiri di provinsi Riau," ucap Prof. Ilyas Husti.
"RS Bersalin Syariah sangat bagus didirikan di Provinsi riau yang mayoritas beragama Islam dan cocok juga bagi yang tidak bergama islam. Seperti orang yang melahirkan ditangani oelh Dokter perempuan dari awal proses persalinan sampai melahirkan," pungkas Prof. Dr. KH. Ilyas Husti.
Editor :Yefrizal