Bukan Sekadar Menulis, Seminar Jurnalistik MUI Riau Kupas Peran AI dalam Berita
Para mahasiswa sedang serius mengikuti pelatihan jurnalistik dari MUI Riau.
PEKANBARU – Sebanyak 11 peserta magang mengikuti Seminar Jurnalistik yang digelar di Auditorium Kantor MUI Riau pada Rabu (15 Juli). Kegiatan ini menghadirkan Yefrizal, SE, Wartawan Utama sekaligus Pemimpin Umum Sigapnews.co.id, sebagai narasumber. Peserta seminar merupakan mahasiswa Teknik Informatika Universitas Islam Riau (UIR) dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Sejak kegiatan dimulai, suasana seminar berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta tampak fokus menyimak pemaparan materi, mencatat poin-poin penting, serta memanfaatkan sesi diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar dunia jurnalistik dan perkembangan media digital.
Berbeda dengan seminar jurnalistik pada umumnya, Yefrizal tidak hanya membahas teknik dasar penulisan berita, tetapi juga mengupas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi berita.
Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga mempercepat proses penyuntingan naskah. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran jurnalis dalam melakukan verifikasi fakta, menjaga akurasi informasi, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Pembahasan mengenai AI menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta. Selain memperkenalkan fungsi AI dalam mendukung proses penulisan berita, narasumber juga mengingatkan pentingnya menjadikan teknologi tersebut sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab seorang jurnalis.
Salah seorang peserta seminar, Angga Irawan, mengaku memperoleh pengalaman baru dari materi yang disampaikan.
"Selama ini saya mengira seminar jurnalistik hanya membahas teknik menulis berita. Ternyata kami juga diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penulisan berita secara lebih efektif. Materi ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi, tetapi hasil AI tetap harus diverifikasi agar berita yang dihasilkan tetap akurat dan sesuai etika jurnalistik," ujarnya.
Seminar ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi jurnalistik sekaligus memahami pemanfaatan AI secara bijak sebagai pendukung proses produksi berita, sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang cepat, akurat, objektif, dan bertanggung jawab.
Editor :Tim Sigapnews