MUI Pusat Monev MUI Riau, Sinkronisasi Sistem, Kelembagaan dan Risalah Umat
Tim Monev MUI Pusat Ketua MUI Pusat Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Ia didampingi WasekjenDra. Hj. Nilmayetti Yusri, M.Si Foto bersama pengurus MUI Riau.
PEKANBARU — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap MUI Riau di Kantor MUI Riau, Rabu (16/9/2026). Agenda ini menjadi ruang untuk memotret pelaksanaan program, mengevaluasi kondisi kelembagaan, sekaligus menghimpun persoalan daerah yang membutuhkan tindak lanjut bersama.
Tim Monev MUI Pusat dipimpin Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Ia didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Dra. Hj. Nilmayetti Yusri, M.Si.

Ketua Umum MUI Riau Dr. H. Saidul Amin, MA menekankan pentingnya keselarasan antara MUI Pusat dan daerah dalam menjalankan program organisasi.
"Perlu keselarahan MUI Pusat dan daerah. Kita MUI Riau merupakan perwakilan MUI di Asia Tenggara. Kita berencana membangun sekolah Fatwa dan akan bekerja sama dengan UIN, UIR, UMRI," ujar Saidul.
Ia mengatakan Monev menjadi kesempatan bagi MUI Riau dan MUI Pusat untuk melihat program yang telah berjalan maupun agenda yang akan dikembangkan.
"Monev ini merupakan MUI Pusat melihat apa yang sudah kita lakukan dan yang akan dikerjakan. Kalau soft programnya, maka antara MUI Pusat dan Riau sejalan, seiya sekata," katanya.
Sementara itu, Gusrizal menegaskan Monev bukan pemeriksaan atau audit terhadap MUI daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan menyerap kondisi riil organisasi di daerah.
"Monev ini bukan audit. Monev itu dalam rangka mempererat Ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dari hati yang akan menggerakkan silaturahim dan tentu akan ada keserasian," kata Gusrizal.
Ia menjelaskan MUI Pusat membutuhkan gambaran mengenai kondisi MUI Riau untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun keputusan dan kebijakan agar dapat mengakomodasi kebutuhan daerah.
"Monev itu catatan apa yang harus kita kerjakan bersama dan apa yang harus dilengkapi. Potret apa yang menjadi kendala kritis yang dihadapi MUI Riau dan nanti akan dicarikan solusinya, seperti kerja sama dengan BAZNAS," ujarnya.
Gusrizal menyebut terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam Monev, yakni sistem yang berjalan, kelembagaan yang harus aktif, serta risalah MUI dalam membawa dan menjembatani kepentingan umat.
Wasekjen MUI Pusat Nilmayetti Yusri menambahkan, koordinasi wilayah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dari pusat sekaligus membawa masukan daerah.
Dalam agenda tersebut juga disampaikan informasi terbaru, termasuk PO MUI Nomor 1 Tahun 2026 tentang keprotokolan dan PO MUI Nomor 2 Tahun 2026 tentang AD/ART DSN MUI.
Pembukaan Monev dihadiri Sekretaris Dewan Pertimbangan H. H. Ahmad Syah Harrofie, SH., MH., Ketua Umum MUI Riau Dr. H. Saidul Amin, Sekum Ir. H. Harmansyah, Bendahara Umum Dr. Baidarus, MA, serta para ketua dan sekretaris komisi, badan, dan lembaga di lingkungan MUI Riau.
Editor :Yefrizal